Tuesday, March 1, 2016

SKL UN BAHASA INDONESIA 2016

    1.       Menetukan ide pokok paragraf.
    2.       Menentukan kalimat utama paragraf
    3.       Menentukan kalimat penjelas yang tidak padu/sumbang.
    4.       Menentukan tujuan penulis menyampaikan informasi yang terdapat dalam teks.
    -menjelaskan
    -mengimbau
    -mengingatkan
    -mengajak
    5.       Menetukan jenis kalimat yang digunakan oleh penulis dalam menyampaikan informasi.
-          Interogatif
-          Imperatif
-          Deklaratif  
    6.       Menentukan isi pembicaraan/hal yang menjadi kesepakatan dalam cuplikan dialog.   
    7.       Menentukan pernyataan yang sesuai dengan teks sebab-akibat.
    8.       Menentukan hal yang patut diteladani/hal yang menarik dari tokoh dalam teks biografi tokoh.
    9.       Menjawab pertanyaan tentang teks biografi tokoh.
   10.   Disajikan dua teks nonsastra, menentukan persamaan/perbedaan isi teks.
   11.   Menentukan opini tajuk rencana.
   12.   Menentukan pihak yang dituju dalam opini tajuk rencana.
   13.   Menentukan keberpihakan penulis dalam tajuk rencana.
   14.   Menentukan watak tokoh.
   15.   Menentukan teknik pendeskripsian watak tokoh.
   16.   Menentukan konflik dalam penggalan cerita.
   17.   Disajikan dua teks sastra, menentukan persamaan/perbedaan unsur intrinsik/ekstrinsik.
   18.   Menentukan simpulan dengan data pada penggalan karya sastra. (Kalimat yang membuktikan bahwa si A berwatak ramah adalah kalimat nomor…)
   19.   Menentukan keterkaitan cerita dengan kehidupan sehari-hari.
   20.   Menentukan keunggulan atau kelemahan karya sastra melalui resensi.
   21.   Esai sastra
   22.   Kritik sastra
   23.   Menentukan makna gurindam
   24.   Disajikan dua pantun, menentukan persamaan/perbedaan isi pantun
   25.   Melengkapi pantun
   26.   Menentukan makna pantun
   27.   Menentukan latar
   28.   Menentukan bukti latar
   29.   Menentukan amanat
   30.   Menentukan nilai moral
   31.   Menentukan kaitan cerita dengan peristiwa kehidupan sehari-hari
   32.   Menentukan istilah yang sesuai teks
   33.   Melengkapi unsur teks eksposisi
   34.   -------------------------------  deskripsi
   35.   ---------------------------- narasi
   36.   ---------------------------- sebab akibat
   37.   Mengurutkan unsur teks
   38.   Mengurutkan teks narasi
   39.   Melengkapi teks drama
   40.   Melengkapi ilustrasi dengan peribahasa
   41.   Menggabungkan kalimat dengan konjungsi
   42.   Melengkapi kalimat dengan kata ulang
   43.   ------------------------------------   frasa
   44.   ------------------------------------   kata berimbuhan
   45.   Melengkapi kalimat paragraf dengan ungkapan
   46.   Memperbaiki kalimat simpulan
   47.   Penulisan judul karangan
   48.   Memperbaiki penulisan kata serapan
   49.   -------------------------------  kata baku
   50.   Menentukan kata tidak baku
   51.   Menentukan arti istilah



Beberapa materi menghilang dari UN 2016, antara lain:  sastra Melayu klasik, surat, puisi, diagram dan grafik, sudut padang, silogisme, generalisasi, analogi, entimem.

Selamat UN. Ingat:  jujur.


Penggolongan Surat menurut Pemakaiannya

Penggolongan Surat menurut Pemakaiannya

1. Surat pribadi
Surat pribadi adalah surat dari perseorangan kepada orang lain atau kepada organisasi. Pengirim surat harus menyebut dirinya dengan kata saya atau kata ganti orang pertama. Jika dilihat dari segi isinya, surat pribadi dapat dibagi menjadi dua:
a. surat pribadi yang isinya prive, yaitu surat yang dikirim teman kepada teman/kerabat/keluarga. Surat ini memiliki kebebasan dalam pemakaian bentuk dan pemakaian bahasa. Surat pribadi boleh menyimpang dari aturan bentuk surat resmi dan bahasanya pun boleh tidak baku.
b. surat pribadi yang isinya resmi, yaitu surat pribadi yang dikirim kepada pejabat suatu instansi atau kepada organisasi, misalnya surat lamaran pekerjaan, surat kuasa, surat pernyataan. Surat pribadi yang bersifat resmi harus menggunakan bentuk dan bahasa yang baku.

2. Surat pemerintah
Surat pemerintah adalah surat resmi yang terutama digunakan oleh instansi pemerintah untuk kepentingan administrasi pemerintahan. Bahasa surat harus resmi/formal. Surat pemerintah dipakai dari instansi paling rendah sampai paling tinggi.

3. Surat bisnis
Surat bisnis yaitu surat yang terutama dipakai oleh perusahaan untuk urusan perdagangan atau jual beli. Surat bisnis memakai bentuk yang bevariasi, namun tetap mengikuti ketentuan surat resmi. Pemakaian bahasa surat bisnis lebih luwes  jika dibandingkan dengan bahasa surat pemerintah.

4. Surat sosial
Surat sosial yaitu surat yang dipakai oleh organisasi kemasyarakatan yang bersifat nonprofit..


Diposkan oleh Yudi Hendra, S. Pd.
Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonsia Universitas Negeri Padang
Sumber : Aneka Surat Sekretaris dan Bisnis, Lamuddin Finoza

Penggolongan Surat menurut Wujudnya



Penggolongan surat menurut wujudnya

1. Surat bersampul
Surat bersampul adalah surat yang terdiri atas kertas surat berserta sampul/amplopnya. Isi surat bersampul boleh terdiri atas beberapa lembar kertas dengan berat maksimum tertentu sesuai dengan peraturan kantor pos. Bila berat sudah melebihi batas yang ditetapkan, perangkonya harus ditambah sesuai dengan daftar biaya yang telah ditentukan.

2. Kartu pos
Kartu pos adalah surat berbentuk kartu dengan ukuran 10 cm x 15 cm yang dikeluarkan kantor pos. Ada juga yang berukuran lebih besar, antara lain 15 cm x 20 cm yang dikeluarkan perusahaan swasta. Mengingat ukurannya yang terbatas, kartu pos hanya berisi berita singkat. Kartu pos laim dikirim tanpa amplop karena isinya tidak rahasia.

3. Warkat pos
Warkat pos adalah surat yang wujudnya berupa gabungan sampul dan kertas surat. Kertas warkat pos dibuat sedemikian rupa sehingga bila dilipat akan membentuk amplop. Ke dalam amplop warkat pos yang sekaligus merupakan lembaran isi surat tidak boleh dimasukkan benda apa pun.

4. Telegram dan teleks
Telegram berasal dari kata tele  yang berarti jauh, dan gram  yang berarti tanda yang tercetak. Jadi telegram adalah tanda/berita yang tercetak dari jarak jauh. Kata telex sebenarnya merupakan singkatan dari telegrafer exchange yang berarti pertukaran berita yang tercetak dari jarak jauh. Pesawat teleks juga disebut  teletypewriter atau teleprinter yang bermakna pengetik atau pencetak jarak jauh.

5. Memo dan nota
Memo dan nota adalah surat yang dipakai untuk keperluan intern suatu organisasi. Memo dan nota dipergunakan untuk meminta atau memberi informasi serta petunjuk antarpejabat dalam suatu kantor. Kertas untuk memo dan nota umumnya berukuran setengah folio atauu setengah kuarto

6. Surat tanda bukti
Surat tanda bukti adalah surat khusus yang umumnya berbentuk  formulir yang dipakai sebagai tanda bukti suatu kegiatan antara dua belah pihak atau untuk membuktikan keabsahan suatu hal. Wujudnya sangat beragam. Contoh: surat faktur, kuitansi, dan tanda terima.


Diposkan oleh YUDI HENDRA, S.Pd.  ,  Guru Bahasa Indonesia SMA IT Mutiara Duri, Riau

Sumber : Aneka Surat Sekretaris dan Bisnis Indonesia, Lamuddin Finoza

Duri,  2 Maret 2016


Saturday, January 31, 2015

Huruf "f", "v", dan "p"

     Sering kita melihat penulisan kata yang hurufnya bertukar-tukar. Kata yang seharusnya ditulis dengan huruf  f  dan   v   ditulis dengan    p; atau kata yang seharusnya ditulis dengan huruf   v   ditulis dengan huruf   f.
     Kesalahan seperti ini terjadi karena orang tidak tahu huruf mana yang seharusnya digunakan. Orang suka menulis dengan huruf  p   berpendapat bahwa  huruf  f  dan   v   biasanya hanya digunakan pada kata-kata bahasa asing.
    
*kata   survey   (Ing.)   diindonesiakan menjadi     survai,  yang diubah adalah bunyi   ey   menjadi       ai,  sedangkan  huruf    v     tetap.    Kata    survai   ini yang sering salah ditulis orang menjadi    survei.

*kata    phrase (Ing.)  huruf   ph   diganti menjadi  huruf    f    karena bunyi  ph   dalam bahasa aslinya adalah seperti  bunyi  /f/   sehingga  menjadi    frase.


     Yang perlu diperhatikan adalah bentuk  produktif dan produktivitas.  Kata pertama  memakai   f,  sedangkan kata kedua  memakai    v  karena  huruf   v   di  tengah  kata  asing tidak diubah.

     Kata yang salah kaprah, tetapi pemakaiannya tinggi adalah    fihak.  Kata ini bukan berasal dari bahasa  Arab, melainkan bahasa Indonesia asli. Bentuk bakunya adalah   pihak. Orang banyak menuliskannya dengan   fihak.
Yang benar adalah    pihak  >  memihak.


Sumber :   Inilah Bahasa Indonesia yang Benar, J. S. Badudu, Gramedia, 1989, halaman 153-155

Dituliskan kembali dan diringkas oleh    Yudi Hendra, S. Pd.  ,   Guru Bahasa Indonesia SMA IT Mutiara Duri, Riau.  Alumni  FBSS   UNP  tahun  2001.



Thursday, March 20, 2014

Soal UN Bahasa Indonesia tahun 2013

       (1)Badan Pertanahan Nasional menyatakan ada 73 juta hektare lahan terlantar. (2) Lahan jutaan hektare tersebut selayaknya tidak dibiarkan terlantar. (3) Undang-undang Agraria menyebutkan semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial. (4) Pemerintah dituntut memiliki kebijakan dan strategi pertanahan nasional, membagi dengan jelas peruntukan lahan pertanian, industri, pemukiman, dan hutan. (5) Hal itu akan menjamin kepastian hukum sehingga setiap orang dapat bekerja dan berproduksi dengan tenang.

1. Arti kata strategi pada paragraf tersebut adalah ....
    A. musyawarah untuk melaksanakan kegiatan
    B. cara menempatkan personel dalam mengatur kegiatan
    C. rencana yang cermat mengenai kegiatan sesuai dengan tujuan
    D. usulan untuk menyusun sebuah kegiatan
    E. rencana untuk melaksanakan suatu tujuan

2. Kalimat fakta terdapat pada nomor ....
    A. (1) dan (3)   
    B. (1) dan (4)
    C. (2) dan (3)
    D. (3) dan (4)
    E. (4) dan  (5)

3. Tujuan penulis pada paragraf tersebut adalah ...




Sahabat bisa memiliki soal ini selengkapnya beserta kunci jawaban dan pembahasannya.
Kirimkan permintaan ke    yehaart@yahoo.com      dengan disertai scan/foto  transfer sebesar  Rp10.000,00   (sepuluh ribu rupiah) ke rekening        Bank Syariah Mandiri  Cabang Duri  atas nama  Yudi Hendra   ,  nomor rekening  :    0927011444.

Fonem Bahasa Indonesia

       Dalam bahasa Indonesia terdapat enam huruf vokal, yaitu: a, i, u, e, o, dan e pepet dan dua puluh huruf konsonan yaitu: b, c, d, f, g, h, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z.

       Fonem-fonem  f, q, x, dan z adalah fonem serapan yang telah diterima dalam bahasa Indonesia.

       Diagraf adalah bunyi yang dilambangkan dengan dua huruf. Contoh: ng, kh, sy, ny.

       Monograf adalah suatu bunyi yang dilambangkan dengan satu huruf. Contoh:  m, n, dll.




Ditulis kembali oleh   Yudi Hendra, S. Pd.

                                                           ( Sumber: Bahasa dan Sastra Indonesia, Dra. Nursyam Ilyas )

Monday, August 26, 2013

PUNGTUASI
1. Pentingnya Pungtuasi
Bahasa dalam pengertian sehari-hari adalah bahasa lisan, sedangkan bahasa tulis adalah pencerminan dari bahasa lisan dalam bentuk simbol-simbol. Dalam bahasa lisan jelas terdengar bahwa kata-kata seolah-olah dirangkaikan satu sama lain, serta di sana-sini terdengar perhentian sebentar atau agak lama dengan suara manik atau menurun. Di samping itu masih terdapat ekspresi-ekspresi air muka, berupa mengerak-gerakkan alis mata, menggeleng-gelengkan kepala, mengangkat bahu, mengacungkan tangan, dan lain sebagainya.
(bersambung)