Follow by Email

Senin, 22 April 2013

Soal UN yang buruk

Kualitas penulisan (ejaan, dll.) soal UN Bahasa Indonesia buruk, kalaulah tidak bisa dikatakan sangat buruk. Hal  ini merupakan contoh buruk bagi guru-guru bidang studi Bahasa Indonesia di seluruh Indonesia. Tak adakah orang yang lebih profesional di tingkat pusat sana? Kalau tidak,  di daerah tentu lebih parah lagi.

Berikut saya cantumkan contoh-contoh:


1. Masih banyak guru yang belum mengetahui adanya buku pelajaran digital. Padahal, Kementerian Pendidikan Nasional sudah menyiapkan 49 judul buku digital kecil di internet. Karena itu, pada awal tahun ajaran sekarang, kemungkinan kecil sekolah menggunakan buku digital. Walaupun program tersebut sangat bermanfaat dan menguntungkan murid, orang tua dan guru belum sepenuhnya memahami cara memperolehnya. Di samping itu, banyak guru belum mengenal buku digital yang diakses dari diinternet sehingga mereka harus dibekali pengetahuan tentang internet.
   (dikutip dari soal UN Bahasa Indonesia Tahun Pelajaran 2010/2011 Paket 12)

Kata diinternet seharusnya internet, kata di  dihilangkan.

2.     Setelah dilakukan penilaian terhadap ulangan Bahasa Indonesia kelas XII IPA, yang memperoleh nilai  8 sebanyak 25 orang, nilai 7 sebanyak empat orang, dan 6 hanya 1 orang. Jumlah siswa 30 orang.
Simpulan paragraf tersebut adalah...
A. Dapat dikatakan nilai mereka baik.
B. Belum dapat dikatakan mereka pintar
C. Mereka belum dikatakan siswa yang pandai.
D. Jadi, guru mereka boleh berbangga.
E. Memang mereka anak yang rajin-rajin,

      (soal UN 2013 nomor 4)


.... nilai 7 sebanyak empat orang,  (seharusnya)  nilai 7 sebanyak 4 orang.


 

1 komentar: