Follow by Email

Sabtu, 31 Januari 2015

Huruf "f", "v", dan "p"

     Sering kita melihat penulisan kata yang hurufnya bertukar-tukar. Kata yang seharusnya ditulis dengan huruf  f  dan   v   ditulis dengan    p; atau kata yang seharusnya ditulis dengan huruf   v   ditulis dengan huruf   f.
     Kesalahan seperti ini terjadi karena orang tidak tahu huruf mana yang seharusnya digunakan. Orang suka menulis dengan huruf  p   berpendapat bahwa  huruf  f  dan   v   biasanya hanya digunakan pada kata-kata bahasa asing.
    
*kata   survey   (Ing.)   diindonesiakan menjadi     survai,  yang diubah adalah bunyi   ey   menjadi       ai,  sedangkan  huruf    v     tetap.    Kata    survai   ini yang sering salah ditulis orang menjadi    survei.

*kata    phrase (Ing.)  huruf   ph   diganti menjadi  huruf    f    karena bunyi  ph   dalam bahasa aslinya adalah seperti  bunyi  /f/   sehingga  menjadi    frase.


     Yang perlu diperhatikan adalah bentuk  produktif dan produktivitas.  Kata pertama  memakai   f,  sedangkan kata kedua  memakai    v  karena  huruf   v   di  tengah  kata  asing tidak diubah.

     Kata yang salah kaprah, tetapi pemakaiannya tinggi adalah    fihak.  Kata ini bukan berasal dari bahasa  Arab, melainkan bahasa Indonesia asli. Bentuk bakunya adalah   pihak. Orang banyak menuliskannya dengan   fihak.
Yang benar adalah    pihak  >  memihak.


Sumber :   Inilah Bahasa Indonesia yang Benar, J. S. Badudu, Gramedia, 1989, halaman 153-155

Dituliskan kembali dan diringkas oleh    Yudi Hendra, S. Pd.  ,   Guru Bahasa Indonesia SMA IT Mutiara Duri, Riau.  Alumni  FBSS   UNP  tahun  2001.



1 komentar:

  1. Pagi,
    apakah blog ini menerima request artikel/review?

    terima kasih :)

    BalasHapus