Follow by Email

Rabu, 02 Maret 2016

NARASI

NARASI

Narasi merupakan bentuk percakapan atau tulisan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.
Sebagai cerita narasi bermaksud memberitahukan apa yang diketahui dan dialami kepada pembaca atau pendengar dengan tujuan mereka dapat merasakan dan mengetahui peristiwa tersebut dan menimbulkan kesan di hatinya, baik berupa kesan tentang isi peristiwa maupun kesan estetik cara penyampaian yang bersifat sastra dengan menggunakan bahasa figuratif.
Agar timbul kesan yang indah dan menarik diperlukan cara pengelolaan tulisan secara tepat dan diperlukan pula adanya pemilihan peristiwa yang dianggap menarik dan jitu. Lebih dari itu, dalam sebuah narasi, khususnya yang berbentuk cerita atau fiksi, diperlukan adanya konflik. Konflik inilah yang memegang peranan dalam memancing daya tarik pembaca dan pendengar terutama untuk mengetahui bagaimana akhir dari konflik tsb.
Jadi, narasi memerlukan dan berdasarkan kepada konflik. Konflik antara gagasan dengan kenyataan di mana lingkungan kehidupan peristiwa itu terjadi. Konflik tidak perlu keras atau rumit, cukup berupa kesenjangan antara kenyataan dengan keinginan.
Narasi mempunyai pola. Pola yang sederhana adalah awal peristiwa, tengah peristiwa, dan akhir peristiwa. Bagian awal biasanya mebawa pembaca ke dalam cerita dan menarik pembaca kepada suatu suasana tertentu, atau menjelaskan tentang latar belakang peristiwa, atau mungkin pula berupa pembayangan tentang apa yang akan terjadi di bagian tengah atau akhir cerita. Bagian awal ini mempunyai fungsi khusus untuk memancing dan  menggiring pembaca kepada kondisi ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Bagian tengah narasi merupakan bagian yang menjelaskan secara panjang lebar tentang peristiwa. Di sini biasanya konflik didramatisasi dan dibuat makin menajam. Bagian akhir narasi merupakan bagian antiklimaks. Konflik mulai menuju ke arah tertentu, walaupun belum tentu penulisnya menunjukkan penyelesaian secara jelas.
Kadang-kadang bagi beberapa penulis konflik itu sudah ada pada bagian awal, lalu kemudian muncul krisis, yaitu koflik mulai meninggi, lalu muncul krisis yang makin menghebat, baru kemudian menemukan jalan keluar ke arah tertentu. Krisis itu dapat dilanjutkan lagi menuju klimaks, lalu turun kembali. Arus naik turun yang saling berkaitan ini disebut plot.

Jadi, narasi mempunyai karakteristik sebagai berikut:
   1.       Berupa cerita tentang peristiwa/pengalaman manusia.
   2.       Kejadian/peristiwa yang disampaikan dapat berupa peristiwa/kejadian yang benar-benar terjadi dan dapat pula berupa imajinasi semata-mata, atau gabungan keduanya.
   3.       Berdasarkan konflik. Tanpa konflik narasi tidak akan menarik.
   4.       Memiliki nilai estetika karena isi dan cara penyampaiannya bersifat sastra, terutama narasi fiksi.
   5.       Menekankan susunan kronologis
   6.       Biasanya memiliki dialog.


Dalam menyusun narasi perhatika petunjuk berikut:
   1.       Yakinkan diri sendiri bahwa cerita yang akan ditulis memiliki nilai. Mengapa Anda merasa perlu bercerita tentang hal itu. Bila Anda merasa cerita itu penting, membawa kebaikan bagi diri Anda dan orang lain, maka tulislah cerita tersebut.
   2.       Tulislah cerita itu denga urutan yang jelas. Berilah kaitan yang jelas antara satu bagian dengan bagian yang lain sehingga mudah dipahami pembaca. Anda bisa saja menulisnya dengan gaya yang Anda senangi, misalnya dengan meletakkan konflik pada bagian awal asal cerita menjadi menarik. Akan tetapi, jika cara itu sulit, gunakan saja cara yang sederhana yaitu dengan awal, tengah, dan akhir( = awal cerita, konflik, dan penyelesaian)
   3.       Gunakan dialog di mana mungkin dan di mana perlu. Dialog adalah cara yang bagus dalam menjelaskan cerita, juga agar cerita lebih kelihatan hidup dan lebih nyata dalam kehidupan. Dialog dapat digunakan untuk menjelaskan perwatakan tokoh cerita. Agar diperhatikan, dialog dalam cerita harus dialog yang hidup, dikenal, dan menyentuh pembaca. Jangan sampai dialog kelihatan janggal sehingga tujuannya tidak tercapai.
   4.       Pilihlah detail cerita dengan teliti. Tidak perlu semua yang terasa dan teramati disampaikan. Pilihlah mana yang penting, yang paling menarik, berkesan, dan ada kaitannya dengan batang tubuh cerita. Penulis narasi yang berhasil adalah yang berhasil memilih detail cerita secara tepat. Bila detail tidak dipilih scara ketat bisa mengakibatkan cerita menjadi panjang berbelit-belit.
Pilih dan tetapkan pusat pengisahan. Pusat pengisahan ini adalah posisi dan penempatan diri penulis dala m cerita atau dari posisi mana ia melihat peristiwa yang terdapat dalam cerita. 

5. Pilih dan tetapkan pusat pengisahan. Pusat pengisahan ini adalah posisi dan penempatan diri penulis dala m cerita atau dari posisi mana ia melihat peristiwa yang terdapat dalam cerita.


Narasi dibagi atas dua jenis, yaitu:

1. Narasi informatif
Narasi informatif sering disebut sebagai narasi ekspositoris yang pada dasarnya berkecenderungan berbentuk eksposisi yang menginformasikan peristiwa dengan bahasa yang lugas dan konfliknya tidak terlalu kelihatan.

2. Narasi artistik
Narasi artistik sering disebut narasi literer. Narasi inilah yang sesungguhnya murni sebagai tulisan narasi. Narasi ini biasanya berupa cerpen atau novel.


Contoh narasi informatif

     Mobil Pick Up yang membawa mereka menghantam pagar rumah orang. Tampak bagian depan mobil itu penyok hingga moncong depannya hampir tak ada lagi. Sang sopi tergeletak tak jauh dari mobil tersebut. Badannya berlumuran darah. Tubunya sudah ditutupi daun pisang oleh warga yang segera datang. Ketiga anak SD Mutiara yang menumpang di bak pick up itu berserakan di tiga penjuru. Dua perempuan dan satu laki-laki, ketiganya tergeletak berlumuran darah dan tanpa nyawa lagi. 
     Warga emnutupi mayat-mayat itu dengan apa yang ada, dengan daun, dengan kain, dan dengan kertas koran. Keempat korban masih dibiarkan tergeletak di posisi semula menunggu polisi yang telah dihubungi warga. Jalan lintas Pinggir macet seketika. Jalan lintas ini adalah jalan lintas timur Sumatera yang sangat padat hampir sepanjang waktu.


Contoh narasi artistik

     Laki-laki yang bergaya perempuan itu gemetar seluruh tubuhnya. Sejak tadi matanya tak lepa-lepas dari tali besat yang diikatkan kuat pada dua tiang yang kokoh. Sebentar lagi lehernya akan tergantung di tali itu. Ia akan menemui malaikat maut yang sangar.
     "Anda terbukti bersalah. Anda tahukan bahwa di negara kita ini perilaku terkutuk umat Nabi Luth adalah dosa yang amat besar. Dan Anda seharusnya juga sudah tahu apa hukumannya karena Anda bukanlah orang awam. Anda seorang yang disebut cendekiawan di negara kita ini. Sungguh tak diduga Anda bisa terjerumus ke perilaku yang lebih buruk dari binatang itu."
     Benbo diam bagai patung. Menyesal pun sudah tak ada lagi gunanya. 





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar