Monday, March 26, 2012

Membaca

Membaca Cepat
Setiap hari berbagai buku, majalah, dan surat
kabar yang berisi informasi penting atau berita
diterbitkan. Begitu banyak informasi yang tersedia
dan harus kita baca untuk memperluas pengetahuan
kita. Untuk itu, kita harus memiliki kemampuan
membaca cepat agar lebih banyak informasi dan
pengetahuan yang kita peroleh.
Membaca adalah kegiatan yang mengerahkan
sejumlah tindakan meliputi kemampuan mengamati,
mengerti, dan mengingat isi tulisan. Kegiatan
membaca melibatkan mata dan pikiran. Pemahaman
dan kecepatan membaca bergantung pada
kecakapan kita dalam menjalankan kedua organ
tubuh tersebut.

Pembaca yang efisien dapat mengatur
kecepatan membaca sesuai dengan keperluannya.
Untuk keperluan mengenal bahan yang akan dibaca
atau mencari jawaban atas pertanyaan tertentu serta
untuk menemukan gagasan umum dari suatu bacaan,
diperlukan teknik membaca cepat yang disebut
teknik layap (skimming) dan teknik pindai (scanning).

Teknik Layap
Teknik layap adalah cara membaca cepat untuk
mengambil intisari dari suatu bacaan berupa ide pokok
atau detail penting. Teknik ini dapat membantu siswa
untuk mengetahui ide pokok buku-buku pegangan
pada tiap pelajaran atau untuk penyegaran bacaan
yang pernah dibawa. Bagi mereka yang sehari-hari
disibukkan dengan pekerjaan, tetapi perlu mendapat
informasi dari berbagai bacaan, teknik layap dapat
membantu menyerap informasi secara cepat.
Pada saat kalian membaca dengan teknik layap,
gerakan mata hampir seperti jika membaca lengkap.
Perbedaannya adalah perhatian penuh kita curahkan
pada ide pokok atau detail penting, sedangkan
informasi yang kurang penting kita lewati saja.

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam
membaca dengan teknik layap.
1. Buatlah pertanyaan tentang informasi apa yang
kalian perlukan.
2. Bila yang kalian baca adalah buku, lihatlah daftar
isi atau kata pengantar, dan carilah informasi
yang kalian perlukan tersebut.
3. Bacalah isi bacaan dengan menelusuri bagianbagian
yang mengandung ide pokok dari tiaptiap
paragraf. Kemudian melompat dan berhenti
pada beberapa fakta, detail tertentu yang penting
dan menunjang ide pokok.
4. Ide pokok atau detail penting dengan mudah
dapat kita kenali sesuai topik yang menjadi
perhatian kita.
Membaca dengan teknik layap bukanlah hal
yang mudah. Kemampuan ini dapat kita peroleh
melalui latihan secara intensif.

Teknik Pindai
Selain dengan teknik layap, membaca cepat
dapat juga dilakukan dengan teknik pindai (scanning).
Teknik pindai adalah teknik membaca cepat untuk
mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang
lain, tetapi langsung ke masalah yang dicari yaitu
fakta khusus atau informasi tertentu. Dalam kegiatan
sehari-hari teknik pindai digunakan untuk mencari
nomor telepon, kata tertentu pada kamus, entri pada
indeks, angka-angka statistik, acara siaran televisi,
dan daftar perjalanan.
Langkah-langkah membaca dengan teknik
pindai.
a. Kalian harus mengetahui kata kunci yang
menjadi petunjuk pencarian informasi. Misalnya,
mencari nomor telepon seseorang di buku
petunjuk telepon, kata kuncinya adalah nama
yang bersangkutan.
b. Kenali organisasi tulisan dan struktur tulisan
untuk memperkirakan informasi yang
dibutuhkan.Coba cari juga melalui daftar isi dan
indeks.
c. Gerakkanlah mata secara teratur dan cepat
seperti anak panah meluncur ke bawah atau
dengan pola S atau zigzag.

Penghambat Membaca Cepat
Berikut ini hal-hal yang dapat menghambat
kecepatan kita dalam membaca.
1. Membaca dengan bersuara atau menggerakkan
bibir (komat-kamit).
Kebiasaan membaca seperti ini akan
menghambat kecepatan membaca. Untuk itu
biasakan membaca dengan mulut terkatup dan pikiran
terkonsentrasi pada isi bacaan sehingga informasi
bacaan tersebut dapat kita pahami dengan cepat.
2. Menggerakkan kepala dari kiri ke kanan.
Kebiasaan menggerakkan kepala mengikuti
tulisan menghambat kecepatan membaca seseorang.
Cara yang benar adalah pada saat membaca kita
hanya menggerakkan mata untuk memfokuskan
pandangan ke bagian-bagian tulisan.
3. Menunjuk dengan jari.
Cara membaca dengan menunjuk tulisan dengan
jari atau benda lain juga menghambat kecepatan
membaca sebab gerakan tangan lebih lambat daripada
gerakan mata. Untuk itu hindarilah kebiasaan
ini.
4. Membaca ulang apa yang dibaca.
Kebiasaan ini dapat menghambat kecepatan
membaca. Karena itu, konsentrasilah pada bacaan.
Bacalah terus sampai kalimat selesai. Apa yang
menurut kalian tertinggal, nanti akan ditemukan lagi.
Teruskan saja membaca. Kemampuan mata dan otak
kita jauh melebihi perkiraan kita. Jangan terpaku pada
detail, terus saja membaca sampai akhir.
5. Membaca sambil melafalkan dalam batin
(subvokalisasi)
Menghilangkan kebiasaan ini memang sulit,
tetapi kurangilah dengan cara melebarkan sudut
pandang membaca.


 Latihan Berkonsentrasi
Pemusatan pikiran pada saat membaca cepat
merupakan salah satu kunci keberhasilan membaca
cepat. Oleh karena itu, usahakan agar kalian dapat
berkonsentrasi penuh saat membaca.
Lakukan petunjuk berikut ini!
1) Tatap sekilas deretan lambang pada setiap kolom
2) Tanpa menunjuk mengunakan jari, hitung jumlah
lambang pada setiap kolom.
3) Waktu yang disediakan 30 detik.

Kecepatan Membaca
Kecepatan membaca seseorang pada umumnya
sekitar 125 kata per menit (KPM). Sebenarnya
kecepatan ini jauh lebih rendah dari kemampuan yang
sesungguhnya. Kemampuan membaca cepat akan
meningkat apabila orang mendapat latihan khusus
sehingga dapat menjadi 175 - 300 KPM, bahkan
dapat mencapai 350 - 500 KPM.
Untuk menghitung kecepatan membaca, kalian
dapat menggunakan rumus:
Jumlah kata yang dibaca × 60 = Jumlah kpm
Jumlah detik untuk membaca
Andaikata kalian membaca 1200 kata dalam 3
menit 20 detik, maka kecepatan kalian membaca
adalah:
1200×60=360kpm
200
Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan
yang kalian baca, hitunglah lebih dahulu jumlah kata
dalam lima baris pertama, lalu dibagi lima. Hasil
tersebut merupakan jumlah rata-rata per baris dari
bacaan itu. Lalu hitunglah jumlah baris yang kalian
baca.

Contoh:
Jumlah kata dalam lima baris: 55
Jumlah kata per baris rata-rata: 55 / 5 = 11
Jumlah baris yang Anda baca: 45
Jumlah kata yang Anda baca: 45 X 11= 495.
Jika kalian membaca tulisan tersebut dalam
waktu 2 menit 30 detik atau total 150 detik, maka
kecepatan membaca kalian:
495×60=198 kpm
150


Membaca dengan Teknik Pindai
Teknik pindai (scanning) adalah teknik membaca
cepat untuk mendapatkan suatu informasi tanpa
membaca yang lain, tetapi langsung ke masalah
yang dicari yaitu faktu khusus/informasi tertentu.
Teknik ini digunakan untuk mencari nomor telepon,
kata tertentu pada kamus, entri pada indeks, angkaangka
statistik, acara siaran televisi, dan daftar
perjalanan.
Kartika seorang wiraswasta yang memproduksi
makanan tradisional Indonesia seperti rempeyek
kacang, ampiang, dan lain-lain ingin mengembangkan
pemasaran produknya. Ia bermaksud menjalin kerja
sama dengan hotel berbintang dua dengan memasok
makanan produksinya. Untuk itu Kartika mencari data
tentang hotel berbintang dua dan nomor teleponnya
yang ada di wilayah Jakarta, Bandung, dan Anyer.
HOTEL DI INDONESIA
Nama Telepon
Jakarta: (Telp. Informasi 021 -108)
1. Hotel Grand Hyatt***** (021)3901234
2. Hotel Hyatt Aryaduta***** (021)3844855
3. Hotel Holiday Inn***** (021)5268833
4. Hotel Imperial Century***** (021)5460101
5. Hotel Jakarta Hilton Int.***** (021)5703600
6. Hotel Shangri-La***** (021)5707440
7. Hotel Sahid Jaya***** (021)5704444
8. The Jakarta Mandarin***** (021)3141307
9. Hotel Le Meridien***** (021)2513131
10.Hotel Ciputra**** (021)5660640
11. Hotel Jayakarta Tower***** (021)6496760
12. Kartika Candra**** (021)5250808
13. Hotel President**** (021)2301122
14. Hotel Radison**** (021)3500077
15. Atlet Century Park Jakarta*** (021)5712041
16. Hotel Atlantic*** (021)3146123
17. Hotel Alpine *** (021)6264001
18.Hotel Ancol*** (021)6916009
19.Hotel City*** (021)6317008
20.Hotel Cemara *** (021)3908215
21. Hotel Citra Inn** (021)6596283
22. Hotel Capitol** (021)6296864
23. Hotel Ginggong** (021)8711328
24.Hotel Ibis ** (021)4211818
25. Hotel Djakarta** (021)2313709
26. Hotel Kebayoran Inn. ** (021)7246208
27. Hotel Menteng I** (021)325208
28. Hotel Menteng II** (021)3900891
29.Hotel Marcopolo** (021)2301777
30.Hotel Prinsen Park** (021)6289101
31. Hotel Royal** (021)3804301
32.Hotel Setiabudi** (021)5254640
33. Hotel Peninsula** (021)6260368
BANDUNG: (Telp. Informasi 022 - 614108)
1. Hotel Papandayan**** (022)310799
2. Hotel Sheraton Inn**** (022)2500303
3. Hotel Horison**** (022)305000
4. Hotel Perdana Wisata*** (022)438238
5. Hotel Istana *** (022)433025
6. Hotel Telagasari*** (022)212632
7. Hotel Sukajadi*** (022)231088
8. Hotel Santika*** (022)4203009
9. Hotel Patra Jasa** (022)2502664
10. Hotel Abadi ** (022)212000
11. Hotel New Naripan** (022)4200636
12. Hotel DEQUR** (022)2503536
13. Hotel Endah Parahyangan** (022)634934
14.Hotel Mutiara** (022)4200333
15.Hotel Cemerlang** (022)631675

Membaca dengan Teknik
Layap
Teknik layap adalah membaca dengan cepat
untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau
bagiannya. Isi umum dimaksud mungkin adalah
informasi fokus, tetapi mungkin juga hanya sebagai
dasar untuk menduga apakah bacaan atau bagian
bacaan itu berisi informasi yang telah ditentukan.
Bacalah teks berikut menggunakan teknik layap
untuk mendapatkan pikiran pokok!
Angkat Keripik Nanas Jadi Makanan Khas
Neli Triana
Kios etalase keripik nanas milik Muslimin (50)
hampir dua kali terlewati ketika sambil berkendara
roda dua kami bolak-balik mencarinya
di Jalan Pekanbaru-Bangkinang, Kabupaten
Kampar, Provinsi Riau.
Rasa penasaran ingin mencoba makanan khas
Kampar yang tersohor di seluruh Provinsi Riau
dan telah merambah negeri tetangga itulah yang
menjadi motivasi kami menyusuri perjalanan
sepanjang sekitar 30 kilometer.
Agak kaget ketika yang tampak hanyalah
bangunan kecil berukuran lebar tiga meter dan
panjang enam meter yang berfungsi sebagai toko
sekaligus dapur pembuatan keripik nanas.
Muslimin yang hanya mengenakan kaus singlet
sibuk melayani pembeli maupun penyetor buah
nanas segar. Tampak berkeringat dan sedikit
lelah, tetapi bapak lima anak ini ramah menerima
kedatangan tamunya.
Muslimin lalu berkisah tentang perjuangannya
dari petani nanas biasa hingga menjadi pembuat
keripik nanas yang kemudian menjadi komoditas
andalan Kampar. Laki-laki paruh baya penduduk
asli Kampar ini sejak tahun 1997 terjun sebagai
petani nanas. Sebelumnya dia telah malang melintang
di dunia pertanian dan selalu merasa tak
mendapatkan hasil yang memuaskan.
Pada masa-masa ekonomi sulit, tepat setelah
masa reformasi, ia terjun ke bidang pertanian
nanas dengan alasan yang sama seperti alasan
ratusan petani nanas lain di Desa Kualu Nanas,
Kecamatan Kampar. Nanas telah dikenal di
daerah ini sejak berpuluh tahun silam. Tanaman
nanas ditemukan di lahan ratusan hektar yang
tersebar mengitari permukiman.
Dulu, masyarakat membiarkan saja nanas
tumbuh subur sebagai tanaman liar. Mereka memanfaatkannya
hanya untuk konsumsi sendiri.
Lama kelamaan buah kuning oranye bermahkota ini
pun diminati orang dan mulai terjadi transaksi jual
beli yang memicu tumbuhnya perkebunan nanas.
Celah peningkatan ekonomi itu bak pancingan
yang segera disambut. Warga desa beramairamai
membuka perkebunan nanas, bahkan
perusahaan di bidang agrobisnis pun mengapling
tanah membangun perkebunan, di samping juga
menyerap hasil budidaya warga setempat.
Selain saat musim panen besar pada Juni-Juli
dan pada akhir tahun, buah nanas hampir setiap
hari dapat dipetik. Warga setempat cukup
memajang buah nanasnya di pinggir Jalan
Pekanbaru-Bangkinang. Pengguna jalan yang
tertarik langsung berhenti dan membeli buah
segar tersebut.
Akan tetapi, sejak tahun 1990-an, jumlah
nanas di Kualu Nanas selalu berlebih dan ketika
pasar tak lagi dapat menampung, buah-buah
yang mengandung banyak air serta berasa
manis asam segar itu terpaksa dibiarkan membusuk.
Ini membuat Muslimin dan para petani
lainnya prihatin. Namun, apa daya mereka tak
memiliki kemampuan memasarkan nanas hingga
jauh ke luar kota, provinsi, apalagi luar negeri.
“Nanas dari sini susah dibawa dalam perjalanan
jarak jauh. Kandungan air dan gula amat
banyak hingga cepat matang dan membusuk
saat berada di ruang panas tertutup. Paling jauh,
kami menjual nanas ke Pekanbaru atau daerah
perbatasan Sumatera Barat,” kata Muslimin.
Menyadari susahnya mencari peluang pasar
di luar Kampar, Muslimin membentuk Kelompok
Tani Berkat Bersama. Kelompok ini kemudian
menjadi satu-satunya kelompok tani yang
mewadahi petani nanas. Itu pun hanya segelintir
saja yang tertarik menjadi anggota.
...................
Kompas, 8 September 2006


Memahami Informasi Tulis
Kemampuan memahami isi bacaan tidak sama
pada tiap orang. Hal ini bergantung pada banyak
faktor. Di antaranya, penguasaan kosa kata yang
dimiliki seseorang, minat terhadap informasi yang
dibacanya, latar belakang pendidikan dan
pengalamannya, dan lain-lain.
Langkah-langkah agar memperoleh kemampuan
membaca cepat untuk pemahaman:
1. sebelum membaca, sebaiknya melakukan survei
bacaan dengan cara memperhatikan judul buku
atau judul karangan yang akan dibaca sehingga
kalian bisa memperkirakan isi yang terkandung
di dalamnya;
2. ajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang
isi bacaan sehingga cara membaca kita menjadi
lebih aktif dan dapat dengan mudah menangkap
gagasan atau ide yang ada;
3. bacalah isi bacaan tersebut dengan konsentrasi
pada ide pokok serta detail penting yang
mendukung ide pokok;
4. setelah selesai membaca, cobalah menyebutkan
hal-hal penting dari isi bacaan tersebut; dan
5. ulangi lagi membaca tulisan tersebut untuk
menelusuri kembali bagian-bagian penting yang
perlu diingat. Tahap ini membantu daya ingat dan
memperkuat pemahaman juga untuk mendapatkan
hal-hal penting yang barangkali terlewatkan.
Sebuah informasi tertulis, baik berupa paragraf
maupun karangan biasanya ditulis pengarang dengan
berbagai tujuan. Sesuai tujuannya, paragraf atau
karangan dapat dikelompokkan menjadi bentuk
narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan
persuasi.
a. Narasi
Narasi atau kisahan merupakan corak tulisan
yang bertujuan menceritakan peristiwa atau
pengalaman manusia berdasarkan perkembangannya
dari waktu ke waktu agar pembaca
terkesan. Contohnya, cerita pendek atau novel.
b. Deskripsi
Deskripsi atau pemerian merupakan gaya tulisan
yang bertujuan menggambarkan sejelas-jelasnya
suatu objek sehingga pembaca seolah-olah
mengalami sendiri sesuatu yang digambarkan
itu.
Bentuk deskripsi banyak kita jumpai dalam
cerita. Untuk menguatkan jalan cerita, pengarang
misalnya menggambarkan fisik tokoh utamanya
atau tempat ketika peristiwa terjadi.
c. Eksposisi
Eksposisi atau paparan merupakan corak tulisan
yang bertujuan menginformasikan, menerangkan,
dan menguraikan suatu gagasan. Oleh
karena itu, paragraf eksposisi harus dapat
memberikan tambahan pengertian dan
pengetahuan kepada pembacanya.
d. Argumentasi
Argumentasi atau bahasan merupakan corak
tulisan yang bertujuan membuktikan dan
meyakinkan atau mempengaruhi pembaca agar
menerima suatu pendapat. Perbedaannya
dengan eksposisi adalah argumentasi berusaha
meyakinkan pembaca, sedangkan eksposisi
berusaha menjelaskan sesuatu kepada pembaca.