Selasa, 27 Maret 2012

Menceritakan Pengalaman


                       Menceritakan Pengalaman
Pengalaman adalah kejadian atau peristiwa yang pernah dialami.
Selain pengalaman, Anda dapat menceritakan kembali kejadian atau
peristiwa yang Anda lihat. Langkah-langkah menceritakan kembali
pengalaman atau kejadian seperti di bawah ini.
1. Mengingat pengalaman yang pernah Anda alami atau kejadian yang
Anda lihat.
2. Mencatat hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman atau kejadian
yang akan disampaikan.
Gunakan pedoman berikut untuk menuliskan pengalaman Anda.
a. Siapa saja yang terlibat dalam pengalaman?
b. Pengalaman tentang apa yang Anda alami?
c. Di mana pengalaman tersebut terjadi?
d. Kapan pengalaman tersebut terjadi?
e. Mengapa Anda terkesan dengan pengalaman tersebut?
f. Bagaimana proses terjadinya pengalaman itu?
3. Mengembangkan catatan-catatan yang Anda buat menjadi cerita
pengalaman yang menarik.
4. Menyampaikan cerita pengalaman atau kejadian yang pernah Anda
alami. Gunakanlah ekspresi, intonasi, dan gaya penceritaan yang tidak
monoton (sama).
5. Menyampaikan kesan yang dirasakan terhadap pengalaman atau
kejadian yang dilihat atau didengar. Kesan adalah sesuatu yang terasa
sesudah melihat atau mendengar sesuatu.
Contoh:
a. Kegiatan itu membuat saya bahagia. Saya sangat terkesan sekali.
b. Peristiwa itu menimbulkan kesan yang menakutkanku.
Hal-hal yang harus Anda perhatikan agar dapat bercerita dengan baik.
1. Mengingat-ingat urutan jalan cerita.
2. Menggunakan bahasa yang baik, jelas, dan mudah dipahami.
3. Menyampaikan cerita dengan ekspresi dan intonasi yang jelas.
4. Menghayati cerita.
5. Menyampaikan hikmah yang dapat diperoleh.

Contoh cerita pengalaman
Nonton acara televisi bagiku adalah keharusan. Akan tetapi, tidak semua acara
televisi aku tonton. Yang pasti aku menonton acara televisi setelah selesai belajar.
Pada waktu-waktu itu biasanya acara yang ditayangkan adalah film, musik, dan
berita. Biasanya aku menonton film bersama kakakku.
Hari itu lain daripada yang lain. Sejak pukul setengah tujuh malam aku duduk
di depan pesawat televisi. Aku memilih channel televisi daerah. Mula-mula aku
hanya memerhatikan sambil lalu berita yang ditayangkan. Akan tetapi, tiba-tiba
aku mendengar pembaca berita menyampaikan berita tentang lomba menulis esai.
Lomba diselenggarakan oleh Komunitas Kaum Muda Berprestasi di kotaku. Aku
tertarik dengan berita itu karena aku telah mengikuti lomba tersebut. Wajahku
terpampang di layar kaca bersama beberapa orang pemenang. Aku menjadi juara
II lomba menulis esai. Tanpa sadar aku berteriak-teriak sambil menunjuk ke layar
televisi.
”Hei, hei, aku masuk televisi! Lihat, aku masuk televisi!” teriakku.
Aku segera tersadar. Malam itu aku sedang di rumah sendirian. Tentu saja
tidak akan ada yang mendengar teriakanku. Aku jadi malu.
Esok harinya di sekolah teman-teman menghampiri aku. Kata teman-temanku,
”Wah hebat kamu, Luk! Wajahmu nongol di televisi tadi malam.”
Aku hanya senyum-senyum mendengar komentar teman-teman. Menurutku,
itu biasa-biasa saja, walaupun dalam hati bangga juga bisa nampang di televisi.

Contoh cerita kejadian atau peristiwa yang dilihat atau didengar
Nonton acara televisi adalah kesukaanku. Saya tidak pernah lupa untuk
menonton acara televisi, apalagi acara berita. Saat menonton berita saya melihat
kejadian yang memilukan hati. Tsunami telah melanda dan memorak-porandakan
Aceh. Jika mengingat kejadian itu, saya sedih sekali.
Dalam berita itu saya melihat seorang ibu bersama suami dan keempat anaknya
sedang bercengkerama di teras rumah. Ketika gempa terjadi, ibu itu tengah
menggendong salah seorang anaknya. Tiba-tiba muncul gelombang setinggi pohon
kelapa menerjang desa. Keluarga itu tidak mampu menyelamatkan diri. Mereka
tersapu gelombang laut. Sang ibu dan ayah selamat, tetapi anak-anaknya belum
ditemukan.
Dengan melihat kejadian itu, saya menjadi tahu betapa kecilnya kekuatan
manusia di hadapan Sang Pencipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar