Selasa, 27 Maret 2012

Unsur-Unsur Pementasan Drama


1. Unsur-Unsur Pementasan Drama
Pementasan drama merupakan kesenian yang sangat kompleks. Sebab,
seni drama bukan saja melibatkan banyak seniman, melainkan juga mengandung
banyak unsur.apa unsur-unsur pementasan draman itu?
a. Naskah Drama
Bila Anda akan mengadakan pertunjukan drama, yang dibutuhkan
pertama-tama adalah naskah drama. Naskah drama adalah karangan yang
berisi cerita atau lakon. Dalam naskah tersebut berisi nama-nama tokoh dalam
cerita, dialog yang diucapkan, keadaan panggung. Bahkan kadang-kadang
dilengkapi tentang tata busana, tata lampu dan tata suara(musik pengiring).
Naskah drama mengutamakan pembicaraan tokoh, penuturan ceritanya
melalui dialog. Permainan drama dibagi atas babak. Tiap babak berisi satu
peristiwa dengan waktu dan suasana tertentu.
Untuk memudahkan para pemain drama, naskah juga dilengkapi dengan
keterangan atau petunjuk. Petunjuk itu misalnya gerakan-gerakan yang
dilakukan pemain, tempat terjadinya peristiwa, benda-benda/peralatn yang
dibutuhkan setiap babak, dan sebagainya.
b. Pemain
Pemain adalah orang yang memeragakan cerita. Jumlah pemain akan
tergantung dari tokoh yang dipentaskan. Seorang pemain harus benar-benar
seperti tokoh yang dimainkan. Untuk itu, ia harus menguasai dan mampu
memerankan watak, tingkah dan busana lain yang mendukungnya.
c. Sutradara
Sutradara adalah pemimpin pementasan drama. Hal yang mula-mula
dilakukan seorang sutradara adalah memilih naskah (atau ditulis sendiri).
Naskah dibaca berulang-ulang untuk memahami cerita dan menafsirkan
bagaimana watak tokoh-tokohnya. Selanjutnya memilih pemain yang akan
memerankan tokoh dalam naskah. Pemain yang telah terpilih akan dibimbing
dan diarahkan oleh sutradara agar mampu memerankan tokoh dengan baik.
Selain itu, ia harus menunjuk penata rias, busana. lampu, dan suara. Pada
akhirnya ia harus bekerja sama dengan para petugas dan mengkoordinasikan
semua bagian.
d. Tata Rias
Tata rias adalah cara mendandani pemain. Orang yang mengerjakannya
disebut penata rias.
e . Tata Busana
Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain baik bahan, model,
maupun cara mengenakannya. Tata busana erat sekali dengan tata rias,
sehingga tugas mengatur pakaian pemain sering dirangkap dengan penata
rias.
f. Tata Panggung
Tata panggung adalah pentas atau arena untuk bermain drama.
Biasanya letaknya di depan tempat duduk penonton dan lebih tinggi dari kursi
penonton. Tujuannya agar penonton yang duduk di kursi paling belakan g
dapat melihat apa yang ada di panggung.
Tata panggung adalah keadaan panggung yang dibutuhkan untuk
permainan drama. Panggung harus menggambarkan tempat, waktu dan
suasana terjadinya suatu peistiwa.
g. Tata Lampu
Tata lampu adalah pengaturan cahaya di panggung. Karena itu, lampu
erat sekali hubungannya dengan tata panggung. Pengaturan cahaya di
panggung harus menggambarkan keadaan /peristiwa yang sedang terjadi di
atas panggung.
h. Tata Suara
Tata suara bukan hanya pengaturan pengeras suara, melainkan musik
pengiring juga. Musik pengiring diperlukan juga agar suasana yang
digambarkan terasa lebih meyakinkan dan mantap bagi para penonton. Alat
musik yang biasanya digunakan, misalnya seruling, biola, organ, dan
sebagainya.
i. Penonton
Penonton termasuk unsur penting dalam pementasan drama. Siapakah
penonton? Penonton adalah orang-orang yang mau datang ke tempat
pertunjukan. Penonton pun dapat dikategorikan menjadi penonton iseng,
penonton peminat dan penonton penasaran.

2. Menentukan Tema, Judul, Kerangka Drama dan Menyusun
DialogNaskah
Bila tadi telah dibicarakan tentang bagaimana sebuah pementasan dan
unsur-unsur yang ada di dalamnya, lalu bagaimnakah cara menyusun dialog itu
sendiri? Seperti pada karya sastra lain, drama yang merupakan salah satu karya
sastra yang penyajiannya dengan dipentaskan memiliki tema yang merupakan
dasar cerita. Tema dapat diambil dari berbagai segi kehidupan manusia, baik itu
pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain.
Judul yang telah Anda tetapkan setelah mengamati kehidupan di luar Anda
atau dari dalam diri Anda, dirumuskan menjadi judul yang dapat mewakili isi dari
tema yang ingin disampaikan.
Setelah melakukan kegiatan tersebut buatlah kerangka cerita drama,
misalkan:
Babak 1: Kenangan masa indah,
Babak 2: Pertengkaran idealisme,
Babak 3: Saat-saat terakhir perpisahan, dan sebagainya.
Kegiatan terakhir adalah susunlah naskah drama berdasarkan kerangka
yang telah Anda susun tadi.
Perhatikan ilustrasi berikut berdasarkan kerangka drama di atas!

3 komentar: