Jumat, 01 Juni 2012

Awalan dan Akhiran


Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah aiks (imbuhan). Afiks adalah satuan gramatik terikat yang di dalam suatu kata merupakan unsur yang bukan kata dan bukan pokok kata, yang memiliki kesanggupan melekat pada satuan-satuan lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru (Ramlan, 2001: 55). Aiks  terbagi atas tiga macam yaitu: preiks (awalan), inisk (sisipan), dan suiks (akhiran). Pada pembelajaran ini, Anda hanya akan belajar mengenai preiks dan suiks.
1. Preiks (awalan)

Beberapa preiks dalam bahasa Indonesia yaitu:

a.  meN–
Awalan  meN- berfungsi sebagai pembentuk kata verbal. Kata verbal adalah kata yang pada tataran klausa mempunyai kecenderungan menduduki fungsi predikat. Makna awalan meN-
1)         Menyatakan suatu perbuatan yang aktif transitif, maskudnya perbuatan itu dilakukan oleh pelaku yang menduduki fungsi subjek yang menuntut adanya objek. Contohnya: menulis, meresmikan, mencetak, dan membaca.
2)         Menyatakan makna proses. Contohnya: melebar, meluas, dan meninggi.
3)         Menyatakan makna melakukan tindakan yang berhubungan dengan apa yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: menepi (menuju ke tepi), merokok (menghisap rokok), membatu ( menjadi batu), dan mengabdi (berlaku sebagai abdi).

Variasi bentuk awalan meN-
1)        meN- akan berubah menjadi me- jika dilekatkan pada kata-kata yang diawali huruf l, m, n, ny, ng, r, y, atau w. Contoh: melatih, memakan, menamai, menyatakan, menganga, meramaikan, meyakinkan, dan mewajibkan.
2)        meN-  akan berubah menjadi  men- jika dilekatkan pada kata-kata berawalan huruf d atau t. Contoh: mendatangkan dan menuduh.
3)        meN-  akan berubah menjadi  mem- jika dilekatkan pada kata-kata berawalan huruf  b, p, atau f. Contoh: membabat, memakai, dan memitnah.
4)        meN-  akan berubah menjadi  meny- jika dilekatkan pada kata-kata berawalan huruf c, j, dan s. Contoh: menyatukan, menyucikan, dan menyadari.
5)        meN-  akan berubah menjadi menge- jika dilekatkan pada kata-kata yang bersuku kata satu. Contoh:  mengetik, mengecek, dan mengerem.91 Pariwisata

b.  ber-
Awalan ber- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja. Makna awalan ber- adalah sebagai berikut.
1)      Menyatakan perbuatan yang aktif. Contohnya: berjuang, bersandar, dan bernyanyi.
2)      Menyatakan dalam keadaan. Contohnya: bergembira dan berbahagia.
3)      Menyatakan makna kumpulan yang terdiri dari jumlah yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: berdua (kumpulan yang terdiri dari dua.
4)      Menyatakan makna melakukan perbuatan berhubung dengan apa yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: berbaju (memakai baju) dan  berladang (mengusahakan ladang).
5)      Menyatakan makna mempunyai apa yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: berayah (mempunyai ayah) dan berpenyakit (mempunyai penyakit).

Variasi bentuk awalan ber-
1)          ber- akan berubah menjadi be- jika dilekatkan pada kata dasar yang suku kata pertamanya berakhir dengan er. Contoh: bekerja dan bepergian.
2)          Ber- akan berubah menjadi bel- jika dilekatkan pada kata dasar yang diawali huruf vokal. Contoh: belajar dan belunjur.

c. di-
Awalan di- mempunyai satu fungsi yaitu membentuk kata kerja pasif. Maknanya menyatakan suatu perbuatan yang pasif. Contohnya: dibawakan, diambil, dan diresmikan.

d.  ter-
Awalan ter- berfungsi sebagai pembentuk kata kerja pasif. Makna awalan ter- sebagai berikut.
1)      Menyatakan ketidaksengajaan atau ketiba-tibaan. Contohnya: terbakar dan terbangun.
2)      Menyatakan aspek perfektif sudah dibagi. Contohnya: terbagi (sudah dibagi) dan tertutup (sudah ditutup).
3)      Menyatakan kemungkinan. Awalan  ter- yang menyatakan makna ini pada umumnya didahului kata negatif tidak atau tak. Contohnya: tidak ternilai (tidak dapat ternilai).
4)      Menyatakan makna paling. Contohnya: tertinggi dan terpandai.

Variasi bentuk awalan ter-
1)       ter- akan berubah menjadi te- jika ditambahkan pada kata dasar yang diawali huruf r. Contoh: terebut dan terasa.
2)       Jika suku kata pertama kata dasar berakhir dengan bunyi er, fonem /r/ pada awalan ter- ada yang muncul ada yang tidak. Contoh: terpercaya dan tepercik.

e.  peN-
Awalan peN- berfungsi sebagai pembentuk kata nominal ( kata benda). Makna awalan peN- sebagai berikut.
1)        Menyatakan makna yang (pekerjaanya) melakukan perbuatan yang tersebut pada kata bentuk dasar. Contohnya: pembaca (yang pekerjaannya membaca) dan pelukis (yang pekerjaanya melukis).
2)        Menyatakan makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: pemotong,  pemukul, dan penjahit.
3)        Menyatakan makna yang memiliki sifat yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya:  pemberani,  pemalu, dan penakut.92 Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia untuk Kelas XI Program Bahasa
4)        Menyatakan makna menyebabkan. Contohnya:  pengeras, penguat, dan pendingin.
5)        Menyatakan makna yang pekerjaanya melakukan perbuatan. Contohnya: penyair, pengusaha, dan penggergaji.

2. Akhiran (suiks)
Beberapa suiks dalam bahasa Indonesia adalah –kan, –i, dan –an.

a. Akhiran (–kan)
Akhiran –kan tidak berfungsi membentuk kata, melainkan berfungsi membentuk pokok kata. Makna akhiran –kan:
(1)              menyatakan makna benefaktif (perbuatan yang dilakukan untuk orang lain). Contohnya: membacakan, membelikan, dan membawakan.
(2)              menyatakan makna menyebabkan sesuatu melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya:
menerbangkan dan memberangkatkan.
(3)              menyatakan makna sesuatu menjadi yang seperti yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: meluaskan dan membetulkan.
(4)              menyatakan menyebabkan sesuatu jadi atau menganggap sesuatu sebagai apa yang tersebut pada bentuk dasar.
Contohnya: mendewakan (menganggap … sebagai dewa) dan mengurbankan (menyebabkan … jadi kurban).
(5)              menyatakan membawa/ memasukkan sesuatu ke tempat yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: memenjarakan
(memasukan … ke penjara) dan  menyeberangkan
(membawa … ke seberang).

b. Akhiran (–i)
Akhiran –i berfungsi membentuk pokok kata. Makna akhiran –i:
1)       menyatakan makna perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar itu dilakukan berulang-ulang. Contohnya: memukuli (memukul berulang-ulang).
2)       menyatakan makna memberi apa yang tersebut pada bentuk dasar. Contohnya: menggarami, memagari, dan menomori.
3)       menyatakan makna tempat.
Contohnya: menduduki dan mendatangi.
4)       menyatakan makna kausatif membuat jadi.
            Contohnya: memanasi dan melempari.

c. Akhiran (–an)
Akhiran –an berfungsi sebagai pembentuk kata nominal. Makna akhiran –an:
(1)    menyatakan makna alat untuk. Contohnya: timbangan dan garisan.
(2)    menyatakan makna hasil. Contohnya:  karangan dan tulisan.
(3)    menyatakan makna tiap-tiap. Contohnya:  bulanan dan mingguan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar