Follow by Email

Minggu, 17 Juni 2012

Kalimat Inti dan Pengembangan Paragraf

     Kalimat inti atau kalimat topik bertugas memberitahukan kepada pembaca  gagasan pokok yang akan dibicarakan dalam alinea dimaksud. Karena karangan terdiri dari alinea-alinea yang memiliki kesatuan yang utuh, maka kalimat inti yang biasanya terletak di awal paragraf juga berfungsi menhubungkan alinea  itu dengan alinea sebelumnya. Apabila kalimat inti tidak dapat secara lansung menjadi penghubung dengan paragraf sebelumnya, bisa dibuatkan kalimat penghubung khusus yang mendahului kalimat inti.
     Kalimat inti yang baik mempunyai ciri-ciri sbb.:
1. dirumuskan secara menarik
2. terlihat hubungan yang logis degan alinea sebelumnya
3. dirumuskan cukup umum agar dapat dikembangkan dalam alinea
4. dirumuskan secara spesifik sehingga pembaca tahu apa yang hendak dikemukakan pengarangnya.


Teknik Pengembangan Kalimat Inti

1. dengan menyajikan hal-hal khusus
Misal:
     Lalu lintas di perempatan jalan itu tampak ruwet. Polisi yang jaga sudah tidak ada lagi. Lampu  pengatur lalu lintas telah rusak sejak sebulan yang lalu. Di samping jalan ke arah pasar ada sebuah truk sedang mogok.
Hari itu begitu panas dan persis saat itu pemakai jalan sedang banyak-banyaknya. Mobil, sepeda motor, bemo, becak, sepeda, menjadi campur aduk di persimpangan itu.

2. dengan mengadakan perbandingan/perlawanan
Ini dimaksudkan untuk menggambarkan atau menjelaskan pokok persoalan dengan memberikan gambaran yang lebih sederhana, lebih konkret. Dengan perbandingan menunjukkan kesamaan dan perlwanan menunjukkan perbedaan.
Misalnya:
-      Ilmu pengetahuan yang kita miliki memang sangat terbatas. Kalau kita umpamakan ilmu itu lautan, ilmu 
   yang kita miliki kini hanyalah setetes dari lautan yang luas itu.
-      Matematika amat sukar baginya. Tak pernah ia memperoleh angka sampai dengan enam. Tetapi kalau 
   bahasa Inggris jangan ditanya, ia paling unggul di kelasnya. Tak pernah ia memperoleh angka di bawah 
   delapan.

3. dengan cara kronologis
Misalnya:
     Berkali-kali kupanggil namanya, tak ada jawaban. Mula-mula tak begitu kuhiraukan. Mungkin lagi tidur atau memang tak mendengar sahutanku. Tetapi setelah berkali-kali, aku mulai berpikir jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi atas dirinya. Kuberanikan mengetok pintu kamarnya. "Rahmaan..!" Tak ada juga jawaban.

4. dengan menyatukan detail-detail yang saling berhubungan
Detail-detail dapat dihubungkan menjadi satu alinea apabila dapat menggambarkan sifat-sifat khusus seseorang atau bagian suatu pemandangan.
Misalnya:
     Kesan pertama setelah berjumpa dengan tokoh ini adalah menyenangkan, tetapi wibawanya tetap memantul. Perawakannya sedang, tidak terlalu besat, tidak terlalu kecil. Rambutnya lurus disisir ke belakang. Dahiya lebar, menandakan pandangannya yang luas. Kulitnya agak hitam. Nadanya bersahabat, tidak menggurui.

5. dengan pernyataan-pernyataan yang disusun secara logis
Misalnya:
     Pola hidup sederhana memang layak dimasyarakatkan. Akan tetapi tidak tepat kalau pola hidup sederhana itu digembar-gemborkan di tengah masyarakat yang taraf hidup mereka pas-pasan. Pola hidup sederhana diketengahkan kepada para orang kaya yang lupa diri dan lupa daratan, menghambur-hamburkan uangnya untuk kesenanga-kesenangan yang sebenarnya hanya sia-sia dan tidak ia butuhkan. Para pejabat termasuk pada golongan kedua ini. Ia menjadi pejabat untuk menikmati segala fasilitas mewah dan lobi-lobi yang mempertebal saldo rekeningnya. Dengan uangnya yang banyak dari berbagai jalan itu, sang pejabat lebih mirip penjahat mafia yang hidup penuh hura-hura.

1 komentar: