Minggu, 10 Juni 2012

Ejaan Van Ophuysen

Ejaan ini berlaku tahun 1901 dan dapat kita baca dalam kitab Logat Melayu. Sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu ini diciptakan oleh Ch. A. Van Ophuysen. Inilah ejaan Latin resmi yang pertama di Indonesia. Buku Kitab Logat Melayu (1901) dikerjakan bersama dengan Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan M. Taib Sutan Ibrahim.

Ejaan ini berisi :
1. u  ditulis   oe
2. jika suatu kata berakhir dengan huruf   a    mendapat akhiran   i, maka di atas akhiran itu diberi tanda trema
    (").
3. apostrop atau koma hamzah (') ditulis sebagai pengganti   k    pada akhir kata. Misalnya: bapa', kaka'
4. huruf  e  keras diberi tanda  ( ' ), misalnya :  e'jaan, he'bat.
5. kata ulang boleh memakai angka  2  jika kata yang mendahului tanda angka 2  itu berulang seluruhnya,
    misalnya jalan-jalan --> jalan2.
6. kata majemuk ditulis dengan  tiga cara, yaitu:
    a. dihubungkan : hoeloebalang, apabila
    b. memakai tanda penghubung : batoe-bara, anak-negeri
    c. dipisahkan : anak negeri, jeroek manis

1 komentar:

  1. Sangat bermanfaat sekali bagi saya sebagai orang tua ketiak saya ditanya tentang ejaan-ejaan yang telah dipakai di negeri ini.

    BalasHapus