Senin, 28 Mei 2012

Aturan Penulisan Kata di dan ke

Ada dua cara penulisan kata  di   dan   ke, yaitu:
1. dirangkaikan dengan kata yang mengikutinya
2. dipisahkan dari kata yang mengikutinya

Di   ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya apabila kata yang mengikuti kata   di   tersebut tergolong kata kerja. Dalam istilah tatabahasa dikatakan apabila   di  tersebut tidak dapat digantikan oleh   ke. Jadi, karena dalam bahasa Indonesia  yang baik dan benar tidak ada bentuk keambil kebawa, ketulis, kebaca, dan kebeli, maka jika kata-kata dasar tersebut dihubungkan dengan  di   harus dituliskan   diambil, dibawa, ditulis, dibaca, dibeli.

Contoh lain:
di + pegang  =  dipegang
di + tembak = ditembak
di + terima = diterima

Sebaliknya jika kedudukan di   tersebut bisa digantikan oleh   ke   maka penulisannya harus dipisahkan.

Menurut istilah tatabahasa,  di  harus terpisah dengan kata yang mengikutinya jika  di  berfungsi sebagai kata depan.

Kata   di   dan   ke   berfungsi sebagai kata depan jika diikuti oleh :
1. kata benda
contoh:
di rumah    -     ke rumah
di pasar     -    ke pasa
di sekolah   -   ke pasar
di laut    -    ke  laut

2. kata yang menunjukkan arah atau tempat
contoh:
di sana - ke sana
di situ - ke situ
di dalam - ke dalam
di utara - ke utara



Kata   ke    harus ditulis serangkat dengan kata yang mengikutinya jika  ke  tersebut;
1. diikuti oleh kata bilangan, baik kata bilangan tentu maupun kata bilangan tak tentu
contoh:
ke + satu = kesatu
ke + sepulau = kesepuluh
ke + sekian = kesekian

2. diikuti oleh kata :  kasih, tua,  hendak
3. sebagai bagian dari kata yang bersangkutan
contoh:
kemarin, kemudian, kepala, kepada


Perlu diperhatikan  penulisan kata   di   bila diikuti kata   samping      dan  penulisan kata  ke  bila diikuti kata    luar.  Masing-masing kata itu mempunyai dua bentuk penulisan, ada yang digabung ada yang dipisah.

Di  dan  samping ditulis terpisah jika menunjukkan  arah atau tempat.
Contoh:
Rumahnya persis berada di samping Masjid Darul Hikmah Desa Aia Janiah Pematang Pudu, Duri.

Di   dan  samping ditulis serangkai jika kata tersebut mengandung makna keculai atau selain.
Contoh:
Disamping sebagai pegawai negeri, ia juga seorang wiraswastawan.
Perbuatan itu disamping merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain.

 Kata  ke   dan luar ditulis terpisah apabila kata tersebut merupakan kebalikan dari kata  ke  dalam.
Contoh:
Ia sering bertugas ke luar kota.
Yudi sering bepergian ke luar negeri untuk mengajar tentang bahasa Minangkabau.


Ke  dan  luar  ditulis serangkai jika  kata tersebut lawan dari kata   masuk.
Contoh:
Badu keluar dari perusahaan tempat ia bekerja untuk menjadi pengusaha.
Pramuka SIT Mutiara keluar masuk hutan untuk mendapatkan Penegak Garuda.


2 komentar:

  1. Sangat membantu sekali, trims postingannya. Ijin save hehe

    BalasHapus
  2. Makasi Penjelasannya, memberikan pemahaman pada saya

    BalasHapus