Kamis, 24 Mei 2012

Preposisi dan Partikel


           Preposisi dan Partikel

Contoh:
1. Kakek Amien Rais, Wiryo Soedarmo, adalah salah seorang
    pendiri Muhammadiyah di Gombong, Jawa Tengah.
2. Sampai suatu saat, mereka berdua naik haji ke Mekkah.
3. Nama-nama mereka diambil dari Al Quran dan dikaitkan dengan
    kenangan dan peristiwa yang menyertai kelahirannya.

Kata depan, di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang
mengikutinya, kecuali jika berupa gabungan kata yang sudah
dianggap padu benar, seperti kepada dan daripada.
Misalnya:
1. Saya pergi ke beberapa daerah untuk mencarinya, tetapi
    belum berhasil.
2. Ketika truk Belanda sudah bergerak ke timur, gerilyawan
    yang bersembunyi di bawah kaki bukit lari ke arah barat.
3. Semoga perekonomian kita pada masa yang akan datang
    lebih cerah daripada keadaan pada tahun-tahun yang lalu.
4. Para pramuka sedang berkerumun di sekitar api unggun.

Selain kata depan, pada beberapa bacaan yang kita baca ada
yang menggunakan partikel pun dalam sebuah kalimat.
Penggunaan partikel pun dipisahkan dari kata yang mendahuluinya
karena partikel pun sudah hampir seperti kata lepas.
Misalnya:
1. la sudah sering ke desa ini, tetapi sekali pun ia belum pernah
    singgah ke rumah saya.
2. Jika saya pergi, dia pun ingin pergi.
3. Dengan devaluasi pun ekonomi Indonesia belum tertolong.
4. Tidak satu pun negara anggota OPEC yang setuju jika harga
minyak dinaikkan terlalu tinggi.
Namun, kelompok kata yang berikut, yang sudah dianggap
padu benar, ditulis serangkai. Jumlah kata seperti itu terbatas,
hanya ada dua belas kata, yaitu adapun, ataupun, bagaimanapun,
biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun
(yang berarti walaupun), sungguhpun, dan walaupun.
Misalnya:
1. Meskipun ia sering ke Jakarta, satu kali pun ia belum pernah
    ke Taman Mini Indonesia Indah.
2. Bagaimanapun sulitnya, saya harus menempuh ujian sekali
    lagi.
3. Walaupun tidak mempunyai uang, ia tetap gembira.
4. Biarpun banyak rintangan, ia berhasil menggondol gelar
    kesarjanaan.

Partikel per yang berarti 'mulai', 'demi', dan 'tiap' ditulis
terpisah dari bagian-bagian kalimat yang mendampinginya.
Misalnya:
1. Harga kain itu Rp 10.000,00 per meter.
2. Saya diangkat menjadi pegawai negeri per Oktober 1974.
3. Semua orang yang diduga mengetahui peristiwa itu dipanggil
    satu per satu.
4. Setelah dinyatakan bersalah, Ali ditahan oleh yang berwajib.
   Istrinya terpaksa menghemat belanja harian menjadi Rp2.000,00
   per hari.


                                     Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar