Kamis, 17 Mei 2012

Teknik Membuat Catatan


           Teknik Membuat Catatan
Dalam membaca pemahaman, jika bahan bacaan banyak dan tak semua
hal-hal penting dapat diingat atau dipahami, pembaca perlu membuat
catatan. Catatan ini dibuat sebagai sarana membantu menguatkan ingatan
atau pemahaman terhadap isi bacaan sesuai dengan tujuan membaca.
Tidak semua uraian dicatat. Tujuan membaca secara umum adalah
untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan atau memahami gagasan
yang disampaikan penulis dalam bacaan. Agar catatan terarah, hal-hal yang
perlu dicatat adalah, seperti berikut.
1. Kata-kata kunci berupa kata/frasa/klausa yang dapat mengantarkan
    pada pikiran pokok.
2. Ide pokok atau gagasan utama setiap paragraf.
3. Data dan fakta yang mendukung gagasan seperti hasil penelitian,
    angka-angka, dan lain-lain.
4. Informasi yang dianggap menarik termasuk pemikiran baru, opini,
    tanggapan, atau penyelesaian suatu masalah.
5. Pendapat atau penilaian penulis mengenai hal-hal tertentu.
6. Jika yang dibaca berbentuk buku, jangan lupa catat halaman tempat
    informasi yang dicatat berada untuk memudahkan mencari kembali.


Pada saat membaca, banyak hal yang kemudian diketahui pembaca
dari bacaan yang dibacanya. Hal yang diketahui tersebut dapat bersifat
tidak penting dapat juga penting. Informasi penting yang didapatkan dari
sebuah bacaan tentu sayang jika dilewatkan begitu saja, apalagi hal tersebut
berguna bagi pembaca di saat sekarang atau masa akan datang atau dalam
rangka membuat tulisan lain. Jika sulit untuk diingat, jalan satu-satunya
harus dicatat. Mencatat informasi dari sebuah sumber atau bacaan gunanya
adalah:
(1) mendokumentasikan hal-hal penting yang bermanfaat suatu saat,
(2) mengumpulkan informasi untuk bahan penulisan,
(3) memudahkan mengingat kembali, dan
(4) sebagai bahan kutipan dalam karangan ilmiah.
Hal-hal yang perlu dicatat dan dijadikan bahan catatan, yaitu sebagai berikut.
(1) ide pokok atau gagasan sentral setiap paragraf.
(2) informasi penting dan menarik untuk diketahui atau diingat.
(3) kata/frasa/kalimat yang merupakan kata kunci yang bermakna luas
atau dalam, misalnya kata–kata nasihat, moto kehidupan, dan lain
sebagainya.
(4) pendapat atau asumsi mengenai sesuatu.
(5) detail atau fakta-fakta hasil survei atau penelitian ilmiah.
(6) pemikiran, cara, atau metode baru serta tanggapan atau jalan keluar
sebuah persoalan.
Dalam catatan, jangan lupa mencantumkan indentitas sumber informasi
atau bahan bacaan tempat didapatkannya hal-hal yang dicatat. Catatan tentang
sumber dapat berbentuk catatan kaki atau catatan perut. Hal-hal yang dicatat
pada catatan kaki, yaitu: nama penulis atau pengarang (tidak dibalik), judul
buku, tempat diterbitkan, dan nama penerbit serta tahun terbitan ditulis di
dalam kurung, kemudian sertakan nomor halaman tempat informasi yang
dicatat berada. Dalam karangan ilmiah catatan kaki ditulis pada bagian bawah
halaman, diberi ruangan khusus. Catatan kaki memberi keterangan sebuah
kutipan pada karangan ilmiah. Contoh penulisan catatan kaki:
- Abdul Chaer, Pengantar Semantik Bahasa Indonesia (Jakarta: Rineka
Cipta, 2002). hlm. 37.
Catatan dapat berbentuk catatan perut jika sumber informasi yang
harus ditulis cukup banyak. Catatan perut lebih singkat, hanya berisi
keterangan nama pengarang (biasanya diambil nama belakangnya), diambil
nama depan kemudian tahun terbit dan halaman. Namun pencatat harus
dapat memahami sumber lengkap dari catatan perut yang ditulis. Sesuai
namanya, catatan perut ditulis setelah sebuah pendapat dikutip. Tidak ada
ruangan khusus seperti catatan kaki. Contoh penulisan catatan perut:
- -------------------------------------------------(Chaer, 2002: 37)
Bagaimana cara mencatat hal-hal atau informasi yang penting? Banyak
orang yang tak mau repot membuat catatan khusus bagi hal yang dianggap
perlu dicatat saat membaca sumber informasi. Seseorang mungkin dapat
dengan rela mencatatnya di dalam buku bacaan tersebut, memberi tanda
khusus, menggarisbawahi atau menstabilo. Namun, di samping akan
membuat buku kurang bersih, juga tak semua buku dapat dicoret karena
bukan milik sendiri, misalnya. Ada cara yang aman dan dianjurkan untuk
membuat catatan terhadap informasi penting tanpa harus mencoret buku
yang bersangkutan, yaitu sebagai berikut.
(1) Menyediakan buku khusus untuk catatan.
(2) Menyediakan lembaran file untuk mencatat yang akan dijadikan satu
dalam map file.
(3) Membuat kartu catatan (note card) dengan ukuran 10 x 15 cm. Segala
hal yang ingin dicatat, akan ditulis pada lembaran kartu tersebut.
Penggunaan kartu sering dilakukan oleh mahasiswa dan kalangan
peneliti.
Contoh kartu catatan:
- Sastra -
- Apresiasi adalah pengenalan suatu nilai
terhadap nilai yang lebih tinggi.
- Ada di halaman 234. Teori Sastra.
Kelebihan sistem kartu, yaitu:
(1) mudah diatur berdasarkan kelompok masalah atau tema,
(2) mudah menambahkan gagasan baru atau informasi baru,
(3) satu kartu berisi satu topik atau gagasan,
(4) dapat dibuat variasi warna kartu, misalnya untuk topik hukum warna
ungu; ekonomi, warna kuning; sastra, warna biru.
Kekurangannya adalah mudah tercecer atau tercampur baur jika tidak
rapi menyimpan atau mengelolanya. Namun, hal itu dapat diatasi dengan
menyediakan map atau kotak penyimpanan khusus sesuai dengan kategori
atau kelompok warna tertentu.

Sumber : Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X   Mokhamad Irman dkk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar