Kamis, 17 Mei 2012

Membaca Kreatif


                               Membaca Kreatif
Membaca kreatif tidak berhenti setelah bacaan atau buku tuntas
dibaca. Masih ada proses tindak lanjut yang tujuan akhirnya berupa
peningkatan kualitas hidup.
Mungkin Anda seorang kutu buku. Namun, apakah isi setiap bacaan
atau buku yang baru selesai Anda baca lewat begitu saja? Ataukah
justru memengaruhi pikiran? Bagaimanakah upaya agar pengetahuan
yang Anda baca benar-benar berguna untuk meningkatkan kualitas
hidup Anda?
Pengaruh yang terjadi pada seseorang usai mencermati kata demi
kata dalam sebuah bacaan atau buku tidaklah sama. Hal itu sangat
bergantung pada cara membacanya. Berdasarkan tingkatan hasil yang
diperoleh setelah membaca, jenis membaca dibedakan atas membaca
literal, membaca kritis, dan membaca kreatif.
Membaca literal bertujuan mengenal arti yang tertera secara
tersurat dalam teks bacaan. Pembaca cukup menangkap informasi
yang tertera secara literal (reading the lines) dalam teks bacaan. Pembaca
tidak berusaha mendalami atau menangkap lebih jauh.
Membaca kritis adalah membaca untuk memahami isi bacaan atau
membaca secara rasional, kritis, mendalam, disertai keterlibatan pikiran
dalam menganalisis bacaan. Dalam membaca kritis, pembaca berupaya
memahami lebih dalam materi yang dibaca. Untuk mencapai tujuan
tersebut, pembaca menggunakan empat cara, yaitu bertanya (seolaholah
berdialog dengan teks bacaan), menyimpulkan, menghubungkan
satu keterangan dengan keterangan lain, dan menilai ide-ide dalam
bacaan.

Meningkatkan kualitas hidup
Yang paling bermakna dalam kegiatan membaca adalah membaca
kreatif. Pada jenis ini, kegiatan membaca merupakan sebuah proses
untuk mendapatkan nilai tambah dari pengetahuan yang terdapat
dalam bacaan, yaitu dengan mengidentifikasi ide-ide yang menonjol
atau mengombinasikan gagasan pokok bacaan dengan pengetahuan
yang pernah diperoleh sebelumnya.
Kegiatan membaca kreatif tidak sekadar menangkap makna dan
maksud dari isi bacaan, tetapi juga menerapkan ide-ide atau informasi
yang tertuang dalam kehidupan sehari-hari, khususnya yang berkaitan
dengan peningkatan kualitas hidup. Dengan menerapkan informasi
diharapkan, kualitas hidup pembaca akan lebih terarah dan meningkat.
Kalau ternyata begitu selesai membaca tidak ada tindak lanjutnya, berarti
ia bukan pembaca kreatif.
Setelah membaca, pada diri seorang pembaca kreatif secara otomatis
akan tampak sejumlah kemajuan, baik kognitif, afektif, maupun
psikomotorik. Dengan kata lain, tingkatan hasil membaca kreatif lebih
tinggi daripada membaca literal atau kritis.

Manfaat membaca kreatif
Membaca kreatif akan memberikan banyak manfaat sesuai bahan
bacaan yang dibaca. Banyak tema bacaan bermanfaat yang dapat dibaca,
misalnya bacaan tentang siraman rohani, pemikiran para budayawan,
informasi cara merawat kesehatan tubuh, informasi soal cara membuat
makanan, atau barang.
Ada juga yang memberikan informasi soal cara memanfaatkan lahan
milik sendiri, misalnya membudidayakan tanaman hias, atau tanaman
obat. Apabila Anda tertarik untuk memelihara ternak, dari buku pun
Anda dapat belajar cara merawat, memilih makanan atau pakan yamg
diperlukan, dan sebagainya. Pilihan lain untuk menambah pengetahuan
antara lain, cara membuat bangunan dan menata ruangan secara artistik,
termasuk cara merenovasi suatu bangunan agar terkesan lebih nyaman
dan indah.
Sekarang pun banyak buku yang mengajarkan cara mengatur
keuangan keluarga serta cara berinvestasi untuk masa depan. Tak
sedikit pula buku psikologi yang dapat memberi masukan tentang cara
mendidik dan mengarahkan perkembangan jiwa anak. Ada juga buku
tentang hobi atau keterampilan yang mungkin bisa memberikan ide
untuk memproduksi sesuatu. Dengan membaca, kita dapat menerapkan
pengetahuan baru yang kita peroleh untuk mengembangkan karier atau
meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang sesuai kebutuhan
masing-masing.
(Dikutip dari Intisari: Oktober 2003,
Penulis Yacob Suparsa Asman)


Sumber : Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X   Mokhamad Irman dkk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar