Kamis, 24 Mei 2012

Makna Konotatif dan Denotatif


           Makna Konotatif dan Denotatif
Untuk memahami kata denotasi dan konotasi Anda dapat
membaca berbagai wacana pada pembelajaran sebelumnya sebagai
bahan untuk menemukan kata denotasi dan konotasi.
Dilihat dari maknanya, kata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
kata bermakna denotasi dan kata bermakna konotasi. Disebut denotasi
karena maknanya bersifat umum dan secara langsung menunjukkan
makna yang sebenarnya (lugas). Disebut konotasi karena mengandung
makna tambahan, kesan, dan nilai rasa yang dinyatakan secara langsung
(kias). Konotasi adalah perubahan nilai arti kata disebabkan si pendengar
memakai perasaannya untuk mengartikan kata itu,
Perhatikan kalimat berikut.
1. Pada hari ulang tahun kakak mendapatkan bunga yang harum.
2. Semua pemuda mengagumi bunga desa yang cantik itu.
Kata bunga pada kalimat nomor 1 mengandung makna denotasi.
Adapun kata bunga desa pada kalimat nomor 2 mengandung
makna konotasi. Konotasi dapat dibedakan antara konotasi positif
dan konotasi negatif. Konotasi positif mengandung nilai rasa lebih
tinggi, baik, halus, sopan, dan menenangkan. Konotasi negatif
mengandung nilai rasa rendah, jelek, kasar, kotor, dan tidak sopan.
Contoh kata gugur dan mampus makna denotasinya adalah mati,
namun kata mampus termasuk konotasi negatif sedangkan gugur
memiliki konotasi positif.
Perhatikan kalimat berikut.
Cut Nyak Dien gugur ketika berjuang melawan penjajah.
Kita mengenal beberapa makna kata, yakni makna leksikal,
struktural, dan kontekstual. Makna leksikal adalah makna kata yang
sesuai dengan kamus. Makna struktural adalah makna kata yang
relevan setelah kata itu ada dalam kalimat. Makna kontekstual adalah
makna kata berdasarkan uraian yang lebih luas disertai dengan
situasi yang berhubungan dengan tema atau kejadian tertentu. Ketiga
jenis makna itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam
membentuk makna sebuah wacana.

Kata-kata yang memiliki cakupan luas tersebut dalam bahasa
Indonesia dinamakan kata umum. Adapun kata-kata yang dapat
tercakup oleh kata yang lain dikelompokkan ke dalam kata khusus.
Kata umum sering juga disebut dengan superordinat atau
hipernim, sedangkan kata yang tingkatannya lebih rendah disebut
hiponim. Jadi kata mawar, melati, dan anggrek merupakan hiponim
dari bunga. Sebaliknya, kata bunga merupakan superordinat atau
hipernim bagi mawar, melati, anggrek, dan nama bunga yang lain.
Bentuk hipernim dan hiponim hampir sama dengan bentuk kata
umum dan kata khusus. Untuk dapat membedakannya, perhatikanlah
contoh kalimat berikut.
1. Kakak melihat paman sedang menyeberang jalan.
2. Adik sedang menonton pertandingan basket di televisi.
Kata melihat merupakan kata umum karena ruang lingkup
maknanya lebih luas dan dapat mencakup banyak hal. Adapun kata
menonton merupakan kata khusus. Bentuk khusus lain dari kata melihat
adalah mengamati, meneliti, menatap, memandang, melirik,
menyaksikan, dan menengok.

4 komentar: