Kamis, 17 Mei 2012

Memahami Informasi


               Memahami Informasi
Segala sesuatu yang memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan
seseorang dapat disebut informasi. Informasi dapat diperoleh melalui
berbagai sumber dalam bentuk lisan maupun tulisan yang disebut dengan
sumber informasi. Sumber informasi dapat berbentuk media tulis cetak,
seperti buku, koran, tabloid, majalah, ensiklopedia, surat, buletin, jurnal,
dan selebaran. Sumber informasi dapat pula berbentuk media elektronik,
seperti radio, televisi, internet, atau didapat langsung dari narasumber yang
bersangkutan dengan melalui percakapan, wawancara, diskusi, seminar,
dan lain-lain. Narasumber tentunya orang-orang yang dianggap ahli di
bidangnya, seperti tokoh agama, para guru, dan ilmuwan.
Sesuatu disebut sumber informasi jika memenuhi kriteria di bawah
ini.
1. Berisi informasi bersifat objektif, masuk akal, dan faktual
2. Mudah didapat dan dikenal oleh umum
3. Keberadaannya resmi atau diakui
4. Dapat berupa media cetak atau elektronik
5. Dapat ditelaah, dikaji, dan dijadikan ilmu
6. Dapat berbentuk arsip, dokumentasi, dan peninggalan sejarah yang
    memang telah diteliti kebenarannya
7. Dapat berupa narasumber, yaitu dari orang yang diakui ahli dalam
    bidangnya, informasinya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan

Sesuatu tidak dapat disebut sumber informasi jika memenuhi kriteria
berikut.
1. Sarananya belum dikenal secara umum
2. Berisi hal-hal yang tak masuk akal dan tak dapat dibuktikan
    kebenarannya
3. Masih berisi asumsi, opini, yang perlu dikaji lagi secara ilmiah
4. Sumber informasi tidak akurat dan tidak tetap, selalu berubah-ubah

Banyak sumber informasi yang dapat kita pilih. Memilih sumber
informasi dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan dalam
mendapatkannya, kualitas isinya, dan bentuk penyampaiannya. Untuk
sumber informasi yang berbentuk media cetak, tentunya cara memperoleh
atau menggalinya ialah dengan membaca. Kegemaran membaca membantu
memperolah informasi sebanyak-banyaknya dari sumber informasi cetak
atau tertulis. Jika membaca tidak menjadi kegemaran, kemungkinan
mendapatkan informasi dapat dengan memanfaatkan media elektronik.
Informasi yang disajikan berbetuk audio-visual, selain dapat dilihat juga
dapat didengar. Bentuk media elektronik saat ini dibuat dengan aneka
ragam bentuk serta model yang dapat digunakan dan dinikmati oleh siapa
saja dan kapan saja.
Sumber informasi juga dapat dijadikan sarana penunjang proses belajarmengajar
di sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan sarana berisi alat
dan sumber belajar. Di bawah ini diuraikan bentuk dan jenis-jenis sumber
informasi.

Tertulis / cetak
a. kamus
b. buku ilmu pengetahuan
c. buku pelajaran
d. ensiklopedia
e. teks atau naskah
dan lain sebagainya

Lisan
a. rekaman siaran televisi
b. rekaman radio
c. rekaman wawancara
d. rekaman pidato/khotbah
e. pembacaan wacana/
teks/naskah langsung

Narasumber
a. hasil tanya jawab
b. hasil wawancara
c. pengamatan/ observasi
dan lainsebagainya

Dalam kegiatan menyimak, sumber informasi yang digunakan sebagai
bahan simakan adalah yang berbentuk rekaman atau uraian lisan. Melalui
informasi yang didengarnya, siswa melakukan penyimakan.

Jenis Sifat Informasi
Dari segi sifat dan uraiannya, informasi dapat dibedakan menjadi
informasi bersifat faktual, informasi bersifat opini atau konsep, dan
informasi bersifat pemerian/perincian.
1. Informasi bersifat faktual ialah informasi yang berisi fakta-fakta,
    peristiwa nyata dan dapat dibuktikan. Informasi faktual terdiri atas
    fakta umum dan fakta khusus.
a. Fakta umum, yaitu informasi yang berisi fakta yang masih umum,
    belum teruraikan secara khusus tentang nama tempat, objek
    peristiwa, pelaku, dan sebagainya.
    Contoh:
- Ayah baru pulang dari luar negeri dan sekarang mereka sedang
  menjemputnya di bandara.
- Puluhan pedagang kaki lima dan warung pinggir jalan terkena
  razia.
- Terjadi perampokan di sebuah rumah. Perampok berhasil
   menggasak barang-barang pemilik rumah.
b. Fakta khusus, yaitu informasi yang berisi kejadian atau peristiwa
yang dijelaskan secara terperinci atau detail.
Contoh:
- Ayah baru pulang dari Amsterdam dan Ibu, adik serta Paman
  sedang menjemputnya di Bandara Soekarno-Hatta.
- Puluhan pedagang kaki lima di Jalan Gunung Sahari Senen,
  serta warung di pinggiran proyek Senen terkena razia.
- Terjadi perampokan di sebuah rumah gedung di Jalan
  Sukapura, Tanjung Priok Jakarta Utara. Perampok berhasil
  menggasak 30 gram perhiasan, 1 unit komputer serta uang 150
  juta rupiah.

2. Informasi bersifat Opini atau Konsep
Informasi bersifat opini ialah informasi yang masih berupa pendapat,
pikiran atau pendirian seseorang tentang sesuatu. Konsep ialah ide
atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret.
Contoh opini:
- Banyak remaja sekarang yang bersifat permisif, mengganggap
  semua serbaboleh tanpa mempertimbangkan norma-norma yang
  berlaku.
- Sebagian besar lulusan UN tahun ini mendapatkan nilai yang
  memuaskan, hal itu dikatakan Kepala Sekolah SMK At-Takwa
  dalam pidato sambutan pada acara perpisahan siswa kelas 3.
Contoh konsep:
- Sebelum seminar atau diskusi dimulai, biasanya para peserta
diskusi diberikan sebuah makalah. Makalah adalah tulisan yang
berisikan prasaran, pendapat yang berisi uraian atau pembahasan
pokok persoalan yang akan dibicarakan dalam rapat, diskusi, dan
sejenisnya. Makalah juga sering diartikan jenis tugas pada mata
kuliah tertentu yang berisi hasil kajian pustaka atau tulisan tentang
suatu hal.

3. Informasi bersifat pemerian
Dalam menjelaskan sesuatu yang bersifat uraian khusus, penulis
biasanya menjabarkan penjelasan khusus tersebut menyamping atau
horizontal atau berbentuk satuan ke bawah secara vertikal. Uraian
khusus yang berupa penyebutan berbentuk kata atau frasa umumnya
ditulis secara horizontal atau melebar dari kiri ke kanan. Namun ada
juga perincian yang berupa unsur-unsur atau bagian yang berbentuk
kalimat.
Contoh rincian berbentuk kalimat ditulis berbentuk satuan-satuan
secara vertikal.
- Proses untuk mempelajari unsur-unsur suatu bahasa meliputi:
(1) Pengenalan lambang-lambang bunyi,
(2) Pengenalan lafal dan tanda baca,
(3) Pemahaman kosakata bersifat kekrabatan, dan
(4) Pemahaman terhadap bentuk kata, frasa, kata tugas, klausa,
     dan perubahan makna.
Contoh perincian berbentuk kata yang ditulis secara horizontal. Masingmasing
unsurnya dipisahkan oleh tanda koma (,)
- Untuk keperluan lomba lukis, Reihan harus menyiapkan alat tulis,
  karton, cat air, dan kuas.



Sumber : Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Semenjana Kelas X   Mokhamad Irman dkk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar