Selasa, 15 Mei 2012

Resensi Novel


Resensi  Novel
       Resensi buku adalah kupasan atau pembahasan tentang buku yang biasanya disiarkan
melalui media massa, seperti surat kabar dan majalah.  Tujuan resensi adalah memberi informasi kepada masyarakat akan kehadiran suatu buku. Pembuat resensi disebut resensator. Sebelum membuat resensi, resensator harus membaca buku itu terlebih dahulu. Sebaiknya, resensator memiliki pengetahuan yang memadai, terutama yang berhubungan dengan isi buku yang akan diresensi.

Unsur-unsur resensi
     1.       Judul resensi
     2.       Identitas buku
     3.       Kepengarangan
     4.       Sinopsis
     5.       Keunggulan dan kelemahan buku
     6.       Gaya bahasa
     7.       Simpulan

Judul resensi bukan judul buku. Judul resensi adalah judul karangan dari penulis resensi berdasarkan sesuatu yang menurutnya menarik dan bermakna sesuai isi resensinya.

Identitas buku meliputi:
-          Judul buku
-          Pengarang
-          Penerbit
-          Tahun terbit
-          Jumlah halaman
-          Harga

Kepengarangan yaitu isi resensi berkenaan dengan diri pengarang buku, antara lain riwayatnya dalam dunia mengarang/tulis-menulis, karya-karyanya, keterkaitan karya yang diresensi dengan karya lainnya.

Sinopsis adalah kilasan isi buku.

Keunggulan dan kelemahan buku berkenaan dengan apa kelebihan dan kekurangan buku yang bersangkutan. Kelebihan dan kekurangan ini seperti menarik/tidaknya cerita, kedalaman makna, pilihan kata, keterkaitan dengan fakta kehidupan nyata, dll. Termasuk dalam kelebihan dan kekurangan ini adalah kondisi fisik buku, seperti gambar kulit depan menarik/tidak, kertasnya berkualitas tinggi/rendah, dll.

Gaya bahasa adalah cara bercerita penulis, seperti pilihan kata, bahasa mudah dimengerti, banyak memakai bahasa sehari-hari/populer, dsb.  Gaya bahasa ini kadang dimasukkan ke dalam kelebihan dan kekurangan karya.

Simpulan berisi pernyataan penulis resensi tentang bagus tidaknya buku dan pihak-pihak yang tepat sebagai pembaca buku tersebut. Contoh kalimat simpulan resensi : Buku ini sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang sedang menekuni bidang bahasa.

Contoh resensi

Bocah-Bocah Penantang Badai

 

Judul buku                     :  Laskar Pelangi
Pengarang                     :  Andrea Hirata
Penerbit                        :  Bentang, Jakarta
Tahun terbit                   :  2007
Tebal                             :  563 halaman
Harga                            :  Rp60.000,00


Dalam jagad kepengarangan nama Andrea Hirata tidak dikenal. Ia pun bukan seorang yang membiarkan dirinya menjadi seorang penulis. Ia lebih menekuni suatu keterampilan guna mewujudkannya dalam suatu jenis pekerjaan tertentu. Jelas belum ada maksudnya untuk menjadi seorang yang mentransfer ilmu lewat goresan pena. Namun, gebrakan pertamanya di dunia penulisan langsung menggetarkan, pun pada para penulis yang telah punya nama besar. Buku pertama Andrea langsung meledak. Buku ini dicetak berkali-kali dalam dalam hitungan bulan. Suatu prestasi bersejarah yang cukup sulit dicari tandingannya.
Laskar pelangi bercerita tentang para bocah yang saling mempunyai perbedaan. Satu hal yang sama pada mereka yaitu mereka sama-sama punya Buk Muslimah, seorang guru yang punya gudang cinta yang padat sesak. Cinta Bu Muslimah menjadi semangat yang bergelora bagi mereka dalam menjalani hari-hari belajar. Waktu berjalan terasa sangat cepat saat bersama Bu Muslimah. Semua kesulitan terasa mudah saat mereka berkumpul bersama. Para bocah itu melalui hari-hari yang penuh kenangan. Yang manis terasa sangat manis, yang pahit terasa manis. Episode sekolah dasar ini telah menumbuhkan sebuah pohon cita-cita yang besar berurat berakar dalam jiwa mereka. Kelak mereka akan menantang badai seganas apa pun demi mencapai cita-cita tersebut.
Semua pembaca dalam kelas umur apa pun pasti termotivasi setelah membaca Laskar Pelangi. Semua hal sederhana dalam Laskar Pelangi, kecuali impian. Anak-anak sederhana dalam segala keadaan mereka, ternyata punya impian yang sangat luar biasa. Dan terbukti, orang menjadi seperti apa yang ia impikan.
Bahasa enak dibaca, renyah, dan lucu. Artinya pembaca sering tergelitik untuk tersenyum atau tertawa ketika membaca buku ini. Yang mengherankan adalah kok penulis begitu bersemangat memakai bahasa Latin untuk nama-nama tertentu. Adakah niat untuk memadukan keterbelakangan latar cerita Laskar Pelangi dengan kesan keilmiahan dari istilah-istilah bahasa Latin itu? Ya, supaya jangan terlihat terlalu di pedalaman.
Hal yang paling patut diberi masukan adalah kertas buku ini yang kertas buram. Padahal, harganya cukup lumayan. Lagipula, pada beberapa cetakan ada halaman-halaman yang kosong. Cetakan terkesan tidak rapi, tidak profesional, dan buru-buru.
Semua orang layak membaca buku ini. Buku ini memberi pencerahan, memberi semangat baru, dan memberi hiburan. Buku ini harus menjadi koleksi para pecinta buku berkualitas.
                                                                                                                   Penulis: Abu Syifa
***

Latihan

1.           Bukan hanya hiburan yang didapat, iman pun bisa bertambah. Ayat-Ayat Cinta benar-benar membuat genre baru dalam dunia sastra Indonesia. Kalau boleh diberi nama, genre ini akan bernama Sastra Islami. Kita larut dalam jalinan kisahnya, sambil mengevalusi atas diri kita sendiri. Ketekunan Fachri dalam belajar dan beribadah bisa membuat malu orang-orang yang masih larut dalam kelalaian mempersiapkan diri untuk  kehidupan akhirat. ….
Kalimat yang menyatakan keunggulan yang tepat untuk melengkapi penggalan resensi di atas adalah ….
A.      Novel Ayat-Ayat cinta memberi arahan kepada pembaca dalam berbagai cabang ilmu agama.
B.      Sehabis membaca Ayat-Ayat Cinta, ada timbul semangat untuk menjadi lebih dekat kepada Sang Pencipta.
C.      Tokoh cerita yang didominasi orang Timur Tengah membuat cerita ini menjadi asing bagi banyak pembaca.
D.      Pembaca harus memiliki pengetahuan keagamaan yang memadai agar bisa memahami novel ini.
E.       Tokoh cerita yang digambarkan alim dan luar biasa membuat pembaca berkecil hati dan merasa awam.

2.            Tak ada perbuatan asusila dalam novel Di Bawah Lindungan Kakbah karya Buya Hamka. Yang ada adalah contoh-contoh perilaku akhlak mulia yang bisa jadi contoh bagi pembacanya. Gaya bahasanya pun masih memikat bagi sebagian orang. Harus pula diakui gaya bahasanya memang telah ketinggalan zaman bagi sebagian orang terutama anak-anak zaman sekarang.
Unsur resensi yang terdapat dalam penggalan resensi di atas adalah ….
A.      keunggulan
B.      kelemahan
C.      keunggulan dan kelemahan
D.      kepengarangan
E.       simpulan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar